Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) bersama UMKM Batik Sari Kenongo melalui program bertajuk “Pemberdayaan UMKM Batik Sari Kenongo melalui AI-Marketing dan Implementasi Pewarna Alami Ramah Lingkungan.” Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Fitri Nur Latifah, S.E., M.Sy., dengan fokus pada pengembangan keterampilan produksi batik yang ramah lingkungan serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) untuk mendukung pengelolaan dan pemasaran usaha.
Program yang berlangsung selama Juni hingga September 2026 ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM Batik Sari Kenongo dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan inovasi produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola administrasi dan keuangan usaha.
Pelatihan Membatik Ecoprint bersama pembatik dari Batik Sari Kenongo


Salah satu kegiatan utama dalam program Abdimas ini adalah pelatihan membatik menggunakan teknik ecoprint. Teknik ecoprint memanfaatkan bentuk, pola, dan pigmen alami dari bagian tumbuhan, seperti daun dan bunga, untuk menghasilkan motif pada kain.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan motif ecoprint, pemanfaatan bahan-bahan alami, serta tahapan pengolahan kain untuk menghasilkan produk tekstil yang memiliki nilai estetika. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong diversifikasi produk Batik Sari Kenongo melalui eksplorasi motif dan teknik pewarnaan yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.
Penerapan teknik ecoprint juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengembangkan produk kreatif yang memiliki karakteristik unik. Dengan memanfaatkan potensi alam sekitar, Batik Sari Kenongo diharapkan dapat menghadirkan variasi produk yang menarik bagi konsumen sekaligus memperkuat identitas usaha sebagai bagian dari industri batik lokal.
Pemanfaatan AI sebagai Sarana Pemasaran Produk
Selain berfokus pada inovasi produksi, kegiatan Abdimas UMSIDA juga memberikan pendampingan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI sebagai sarana pemasaran produk. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi UMKM untuk mempromosikan produknya secara lebih luas tanpa selalu bergantung pada pemasaran konvensional.
Dalam kegiatan ini, pemanfaatan AI diarahkan untuk membantu pelaku UMKM dalam menyusun materi promosi, membuat deskripsi produk yang menarik, mengembangkan ide konten pemasaran, serta mendukung pembuatan materi visual untuk kebutuhan promosi digital.
Dengan memanfaatkan teknologi tersebut, pelaku UMKM dapat mempelajari cara menyampaikan keunggulan produk secara lebih efektif kepada calon konsumen. Produk Batik Sari Kenongo, mulai dari kain batik tulis hingga batik printing, berpotensi dipasarkan melalui berbagai saluran digital dengan penyajian informasi yang lebih menarik dan terarah.
Pendampingan AI-Marketing ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pemasaran digital serta membantu memperluas peluang pasar, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Digitalisasi Pembukuan Usaha dengan Bantuan AI
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam program ini adalah pengelolaan administrasi dan keuangan melalui pemanfaatan AI. Pembukuan merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha karena membantu pelaku UMKM mengetahui kondisi keuangan, mencatat transaksi, memantau pemasukan dan pengeluaran, serta mengevaluasi perkembangan bisnis.
Melalui kegiatan pendampingan ini, pelaku UMKM diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk membantu proses pencatatan dan pengelolaan data keuangan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu menyusun format pembukuan, mengelompokkan transaksi, merangkum pemasukan dan pengeluaran, serta membantu membuat laporan keuangan sederhana berdasarkan data yang dimasukkan.
Penerapan teknologi ini diharapkan dapat membantu UMKM Batik Sari Kenongo membangun sistem administrasi yang lebih tertata dan efisien. Meskipun demikian, ketepatan data tetap menjadi hal utama, sehingga setiap hasil pengolahan yang dibantu AI perlu diperiksa kembali sebelum digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan usaha.
Dengan pembukuan yang lebih terstruktur, pelaku UMKM diharapkan mampu memahami kondisi keuangan usahanya secara lebih baik dan merencanakan pengembangan bisnis secara berkelanjutan.
Sinergi Perguruan Tinggi dan UMKM untuk Pengembangan Usaha

Kegiatan Abdimas UMSIDA bersama UMKM Batik Sari Kenongo menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui perpaduan inovasi produksi ramah lingkungan, pemanfaatan teknologi AI untuk pemasaran, dan digitalisasi pembukuan, program ini mengangkat tiga aspek penting dalam penguatan kapasitas UMKM, yaitu produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.
Bagi Batik Sari Kenongo, pendampingan ini menjadi peluang untuk terus berinovasi dalam menjaga keberlanjutan usaha batik lokal. Pengembangan teknik ecoprint dapat memperkaya pilihan produk, sedangkan pemanfaatan AI dapat menjadi sarana pendukung untuk meningkatkan efisiensi kerja dan memperkuat strategi pemasaran.
Melalui program yang dilaksanakan pada Juni hingga September 2026 ini, diharapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan demikian, UMKM Batik Sari Kenongo dapat terus berkembang, meningkatkan daya saing, dan turut berkontribusi dalam pelestarian budaya batik Indonesia melalui pendekatan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
