DAri SENI yang penuh makna

Let's Create Something Together

Kami percaya bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan sebuah seni yang penuh makna. Setiap helai produk kami adalah perwujudan narasi, tradisi, dan filosofi leluhur.

SEJARAH

Create
  • Creative
  • Brilliant
  • Outstanding
full of meaning

Batik Sari Kenongo berdiri sejak tahun 1997, didirikan oleh Ibu Painah atau lebih dikenal sebagai Bu Hartono. Mulanya aktivitas membatik di Desa Kenongo sudah ada sejak tahun 1970an, pada saat itu Ibu Painah menjadi salah satu pembatik pada usaha batik tulis di Desa Kenongo. Setelah pemilik usaha tersebut wafat, Ibu Painah berinisiatif untuk tetap melanjutkan membatik. Bu Painah mengerjakan pesanan sendiri belum ada karyawan yang membantu, karena pesanannya semakin banyak akhirnya beliau mengajak ibu-ibu didaerah sekitar desa Kenongo untuk membantunya. Hingga di tahun 1997 berdirilah Batik Sari Kenongo sebagai salah satu usaha Batik khas Sidoarjo hingga saat ini.

Pada tahun 2000 Batik Sari Kenongo sudah diresmikan oleh Bapak Drs. H. Win Hendrarso, Msi selaku Bupati Sidoarjo pada saat itu. Tahun 2016 Ibu Painah wafat sehingga Batik Sari Kenongo diteruskan oleh suaminya yaitu Bapak Hartono dan putrinya yang bernama Lintang Septianti hingga saat ini. 

Keunikan

All in
  • Integrated
  • Comprehensive
  • Cooperation
various elements to produce a greater impact.

Batik Sari Kenongo memiliki ciri khas tersendiri. Motif yang digunakan di batik Sari Kenongo kebanyakan dari Tumbuhan yang tumbuh di lingkungan sekitar seperti bayem, padi, pohon, kentang dan jambu. Seiring berkembangnya minat pasar, Batik Sari Kenongo terus berinovasi dengan mengembangkan motif-motif baru seperti motif fauna.  

Tahun 2016 Batik Sari Kenongo mendaftarkan hak cipta motif “ Bunga Sirih Sunduk Kentang Batik Sari Kenongo”. Dinamakan bunga sirih karena banyaknya tumbuhan bunga sirih di sekitar desa Kenongo, tusuk sendiri (sunduk) dalam bahasa Jawa dimaksudkan sebagai simbolisasi terhadap karakteristik budaya kuliner madura yaitu sate, sedangkan kentang melambangkan kesejahteraan masyarakat desa Kenongo. Terdapat ciri khas lain pada motif Batik Sari Kenongo yakni motif bayeman yang diambil dari kata “bayem” atau sayuran bayam liar yang melambangkan kesuburan tanah di Sidoarjo, serta menggambarkan keindahan.